Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Lebaran 2026, Keluarga Semoga Jaya Pulang Kampung dan Pererat Silaturahmi

Keluarga besar semoga jaya pulang kampung
Situasi saat keluarga besar semoga kaya makan bersama. (Saatranusa.id/Jeki)

Saatranusa.id, Padang Pariaman – Suasana Idul Fitri 1447 H/2026 M menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Semoga Jaya yang berasal dari Korong Kampung Tangah, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, pada Minggu (23/03/2026). Sejumlah anggota keluarga yang merantau di berbagai daerah memilih pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama.

Perantau yang datang berasal dari sejumlah wilayah di Provinsi Riau seperti Pekanbaru, Siak, Duri, dan Lubuk Dalam, serta dari Sumatra Utara. Kepulangan ini dilakukan sebagai bagian dari tradisi tahunan untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus melepas kerinduan setelah lama berada di perantauan.

Pertemuan keluarga berlangsung di Pondok Mandeh, Korong Tanjung, Nagari Gasan Gadang. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, para anggota keluarga menikmati hidangan khas daerah berupa “lauak sambam”, yakni ikan bakar yang menjadi salah satu kuliner tradisional setempat.

Keluarga besar semoga jaya berkumpul
Momentum keluarga besar Semoga kaya sedang berkumpul. (Saatranusa.id/Jeki)

Muhammad Edi Bin Janar, salah satu perwakilan keluarga yang juga dikenal dengan sapaan Ajo Edi, menyampaikan bahwa momen ini menjadi kesempatan penting untuk berkumpul kembali. Ia menjelaskan bahwa keluarga yang datang tidak hanya dari Riau, tetapi juga dari Medan, Sumatra Utara.

“Keluarga dari Pekanbaru, Siak, Lubuk Dalam, hingga Medan pulang ke Sungai Sariak Malai untuk merayakan Idul Fitri bersama. Hari ini seluruh keluarga besar Semoga Jaya dapat menikmati hidangan khas seperti lauak sambam di Pondok Mandeh,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kepulangan kali ini terasa lengkap karena dihadiri oleh anak, cucu, menantu, serta anggota keluarga besar lainnya. Hal ini menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga meskipun terpisah oleh jarak dan waktu.

Tradisi pulang kampung saat Lebaran menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Selain sebagai momentum silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana menjaga hubungan sosial antara perantau dan keluarga yang menetap di kampung halaman.

Perwakilan keluarga di kampung, Jeki Ariantto, menyambut baik kehadiran para perantau. Ia menyampaikan rasa bangga atas kepulangan keluarga besar yang tetap menjaga hubungan dengan kampung halaman.

“Kehadiran keluarga dari rantau menjadi kebanggaan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa hubungan kekeluargaan tetap terjaga,” ujarnya.

Saat keluarga besar semoga jaya sedang makan
Keluarga besar semiga kaya makan nasi berlauk sambal. (Saatranusa.id/Jeki)

Ia juga menyampaikan harapan agar para perantau selalu diberikan kesehatan, umur panjang, serta kelancaran rezeki. Selain itu, tradisi pulang kampung diharapkan terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat.

Kegiatan makan bersama yang berlangsung penuh keakraban ditutup dengan tradisi saling bersalaman dan bermaafan. Momen ini menjadi simbol penyucian diri setelah menjalani bulan Ramadan sekaligus mempererat hubungan antarkeluarga.

Tradisi tersebut juga menjadi penanda bahwa meskipun para perantau akan kembali ke daerah masing-masing, hubungan emosional dengan kampung halaman tetap terjaga. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung sebagai bagian dari pelestarian nilai budaya dan kekeluargaan di tengah perubahan zaman.*

Penulis: Jeki #Lebaran #Pulang_Kampung #Keluarga_Semoga_Jaya #Tradisi_Minangkabau #Padang_Pariaman #Silaturahmi_Keluarga

Baca Juga
Posting Komentar
Tutup Iklan
Ad