![]() |
Semarak Idul Fitri terasa di Dusun Kaliagung Desa Tiremenggal Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik saat warga bersama masyarakat setempat melaksanakan takbir keliling. (Sastranusa.id/AHe) |
Sastranusa.id, Gresik - Remaja Masjid (Remas) bersama warga Dusun Kaliagung, Desa Tiremenggal, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik Jawa Timur (Jatim) menggelar takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 2026. Kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat setempat.
Takbir keliling ini diikuti oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua yang berjalan bersama mengelilingi area dusun. Kegiatan tersebut turut didampingi tokoh masyarakat setempat guna memastikan pelaksanaan berjalan aman dan terorganisir.
Ketua Remas setempat Soliq melalui anggotanya, Abdul Kholik menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat setiap menjelang Idulfitri. Menurutnya, takbir keliling tidak hanya menjadi bentuk perayaan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Takbir keliling ini sudah menjadi kebiasaan warga. Selain menyambut Idulfitri, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarwarga,” ujar Abdul Kholik saat ditanya melalui pesan Whatsapp (20/4/26).
Rute takbir keliling telah ditentukan sebelumnya dengan mengitari wilayah dusun. Pengamanan dilakukan secara bersama oleh panitia dan tokoh masyarakat guna menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Sepanjang perjalanan, lantunan takbir menggema dari para peserta. Suasana religius terasa kuat, seiring dengan kekompakan warga dalam menjaga kekhidmatan kegiatan.
Tidak terlihat adanya konvoi berlebihan atau tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Warga secara sadar menjaga suasana tetap kondusif, sehingga kegiatan berjalan lancar hingga selesai.
![]() |
Suasana penuh semangat terlihat dari warga Dusun Kaliagung Desa Tiremenggal Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik yang bersama masyarakat setempat melaksanakan takbir keliling. (Sastranusa.id/AHe) |
Menurut Abdul Kholik, kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama kelancaran kegiatan tersebut. Warga sepakat untuk menjadikan takbir keliling sebagai momentum kebersamaan, bukan ajang euforia yang berlebihan.
Dalam pelaksanaannya, tidak ditemukan gangguan berarti. Artinya seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana, mulai dari awal hingga akhir.
Secara budaya, takbir keliling memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur atas datangnya hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan. Tradisi ini juga menjadi sarana menjaga nilai-nilai religius di tengah kehidupan masyarakat.
Di Dusun Kaliagung, tradisi ini terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas sosial. Keterlibatan berbagai generasi menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut masih hidup dan diwariskan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara Remas, tokoh masyarakat, Pemdes dan warga dalam menjaga tradisi lokal. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan berjalan tertib dan bermakna.
Abdul Kholik berharap, agar tradisi takbir keliling dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan tetap menjaga nilai-nilai ketertiban dan kebersamaan. "Apalagi tradisi ini tidak hanya kegiatan rutin tahunan, tetapi juga sebagai perekat sosial di lingkungan masyarakat," paparnya.*
Penulis: AHe #Takbir_Keliling #Tradisi_Idulfitri #Remas_Gresik #Budaya_Masyarakat #Gresik_Jawa_Timur

