Sastranusa.id, Sampang - Tradisi Acabis di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Afnan Dusun Klampes, Desa Bancelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Pantauan Sastranusa.id menunjukkan tradisi ini dijalankan oleh para santri alumni sebagai bentuk silaturahmi kepada pengasuh pesantren.
Tradisi Acabis merupakan kebiasaan yang telah ada sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Al Afnan. Budaya tidak dibentuk secara formal, melainkan tumbuh secara alami sebagai bagian dari kultur pesantren. Acabis dimaknai sebagai kegiatan sowan atau kunjungan para alumni kepada guru untuk melepas rindu sekaligus mempererat hubungan batin.
Dalam pelaksanaannya, para alumni datang secara bergiliran untuk menemui pengasuh pondok, Kiai Haji Sa’id Samwil. Kehadiran para alumni disambut langsung oleh beliau bersama putranya, Lora Muzammil atau Kiai Haji Ali, dalam suasana yang penuh kehangatan dan penghormatan.
Tradisi ini umumnya dilaksanakan pada malam Idulfitri, meskipun tidak terbatas pada waktu tersebut. Sejumlah alumni juga datang di waktu lain untuk melakukan Acabis, terutama ketika memiliki kebutuhan tertentu seperti meminta doa, berkonsultasi terkait persoalan hukum, atau sekadar bersilaturahmi untuk melepas rindu pada sang guru.
Keunikan tradisi ini terlihat setelah prosesi sowan selesai dilakukan. Para alumni tidak langsung pulang, melainkan tetap berkumpul di langgar pondok. Di tempat tersebut, mereka didampingi oleh Lora Muzammil, melanjutkan diskusi yang berlangsung dalam suasana khidmat.
![]() |
Suasana hangat kebersamaan terlihat dari para alumni Ponpes Al Afnan yang duduk melingkar sambil ngobrol santai tentang hukum. (Sastranusa.id/AHe) |
Dialog yang berlangsung biasanya membahas berbagai persoalan yang dihadapi alumni di tengah masyarakat. Topik yang diangkat meliputi hukum keagamaan, dinamika sosial, hingga konflik yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi tersebut berlangsung sekitar dua jam dan menjadi ruang refleksi bersama.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa hubungan antara santri dan guru tidak terputus meski telah menyelesaikan masa belajar di pesantren. Tentu bisa dikatakan, relasi tersebut justru terus terjaga melalui tradisi seperti Acabis, yang menjadi jembatan antara masa pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.
Dari sisi budaya, Acabis mencerminkan nilai-nilai khas pesantren, seperti penghormatan kepada guru, pentingnya silaturahmi, dan keberlanjutan tradisi keilmuan. Tradisi ini juga menjadi bentuk nyata dari pendidikan nonformal yang terus berjalan di luar ruang kelas.
Tak bisa dipungkiri, yaitu, masyarakat sekitar melihat tradisi ini sebagai bagian penting dari kehidupan sosial pesantren. Keberlangsungannya menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisional masih memiliki tempat di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Dengan tetap dijalankannya Acabis secara konsisten, Pondok Pesantren Al Afnan tidak hanya menjaga tradisi lama, tetapi juga memperkuat identitas kulturalnya. Tradisi ini diharapkan terus lestari dalam menjaga hubungan antara guru dan santri.*
Penulis: AHe #Tradisi_Acabis #Ponpes_Al_Afnan #Budaya_Pesantren #Tradisi_Santri #Sampang_Madura

