PKKS SMAN 1 Uluan Tapakis Dinilai Berjalan Lancar Penuh Partisipasi

Acara penyambutan Tim Penilai Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis, dengan sambutan resmi, pemaparan tim penilai, serta partisipasi guru dan siswa dalam suasana meriah penuh kebersamaan.
Semangat kebersamaan SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis sambut Tim PKKS demi peningkatan mutu pendidikan. (SASTRANUSA/Jeki)

SASTRANUSA, PADANG PARIAMAN – Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) SMAN 1 Uluan Tapakis sukses digelar pada Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan rutin tahunan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Zulieni, S.Pd, MM., dan dihadiri oleh tim penilai dari pengawas sekolah, komite sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan siswa.

PKKS bertujuan menilai capaian kinerja kepala sekolah sebagai indikator utama mutu pendidikan. Penilaian dilakukan secara sistematis berdasarkan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP), yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, serta standar penilaian pendidikan.

Tim Penilai dan Proses Kegiatan

Tim penilai PKKS berasal dari pengawas pembina, yakni Misnawati, M.Pd dan Zaitun Pane, M.Pd. Mereka menggali informasi melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan pengawas yang mengenal kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya.

Menurut panitia PKKS, kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh partisipasi. Selama proses, guru dan tenaga kependidikan aktif memberikan masukan, sedangkan komite serta perwakilan orang tua hadir untuk mengawasi jalannya penilaian. Peserta terlihat antusias dalam menjawab pertanyaan tim penilai sehingga proses penilaian berjalan interaktif.

Meskipun kegiatan berjalan mulus, hasil penilaian belum diumumkan pada hari yang sama. Pihak sekolah menyatakan pengumuman akan dilakukan setelah evaluasi lengkap dari tim penilai selesai, sehingga keputusan dapat disampaikan secara akurat dan transparan.

Fokus PKKS dan Standar Penilaian

PKKS tidak hanya menilai kinerja administratif kepala sekolah, tetapi juga kualitas kepemimpinan dan kemampuan mengelola sumber daya pendidikan. Delapan SNP menjadi rujukan utama, yakni standar isi untuk memastikan kurikulum diterapkan sesuai pedoman, standar proses untuk menilai kegiatan pembelajaran, serta standar kompetensi lulusan untuk melihat capaian hasil belajar siswa.

Selain itu, standar pendidik dan tenaga kependidikan mengevaluasi kecukupan serta kompetensi guru dan staf, sedangkan standar sarana-prasarana menilai ketersediaan fasilitas pendukung pendidikan. Standar pengelolaan menitikberatkan pada efisiensi administrasi, standar pembiayaan mengevaluasi transparansi anggaran, dan standar penilaian pendidikan menilai sistem evaluasi belajar mengajar yang diterapkan.

Tim penilai menggunakan metode triangulasi dengan menggabungkan wawancara, observasi, dan dokumen pendukung untuk memastikan informasi valid dan objektif. Pendekatan ini bertujuan agar hasil PKKS mencerminkan kondisi nyata sekolah dan kinerja kepala sekolah secara menyeluruh.

Konteks Hubungan Patron-Klien di Sekolah

PKKS menunjukkan pola hubungan patron-klien dalam lingkungan pendidikan. Kepala sekolah memiliki kewenangan untuk menentukan arah pengelolaan sekolah, sedangkan guru, tenaga kependidikan, komite, dan orang tua berperan sebagai pengawas serta pemberi masukan yang memengaruhi keputusan manajerial.

Hubungan ini bersifat timbal balik karena dukungan dari pihak sekolah memudahkan kepala sekolah menjalankan kebijakan, sementara kepala sekolah yang efektif meningkatkan kepercayaan dan partisipasi warga sekolah. Apabila kepala sekolah gagal memenuhi standar, pengawasan komite dan guru dapat memicu evaluasi untuk perbaikan kinerja.

Selain itu, keterlibatan aktif siswa dan orang tua dalam PKKS memperlihatkan adanya mekanisme akuntabilitas sosial. Fenomena ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan kepala sekolah, tetapi juga oleh interaksi dan masukan berbagai pihak yang terlibat secara langsung.

Dampak dan Langkah Selanjutnya

Selanjutnya, pihak sekolah menegaskan bahwa hasil PKKS akan diumumkan setelah tim penilai menyelesaikan laporan evaluasi. Hasil penilaian ini nantinya menjadi dasar pengambilan keputusan mengenai pengembangan sekolah, program peningkatan mutu, serta strategi manajerial kepala sekolah.

Dampak langsung kegiatan terlihat pada meningkatnya koordinasi internal, keaktifan guru dalam evaluasi, serta partisipasi orang tua dan komite yang lebih terstruktur. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi kepala sekolah untuk meninjau kembali kinerja, membenahi kelemahan, dan merencanakan strategi perbaikan ke depan.

Dengan adanya PKKS, SMAN 1 Uluan Tapakis memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen sekolah. Penilaian kinerja kepala sekolah menjadi indikator nyata bagaimana kepemimpinan di sekolah memengaruhi kualitas pendidikan, partisipasi masyarakat, serta efektivitas sumber daya yang tersedia.

Penulis: Jeki

#PKKS #Kinerja_Kepala_Sekolah #SMAN_1_Uluan_Tapakis #Evaluasi_Pendidikan #Penilaian_Kepala_Sekolah

Baca Juga
Posting Komentar