![]() | |
| Pertunjukan budaya tradisional sekolah pedesaan Jawa Timur dengan kostum adat dan penonton komunitas lokal. (SASTRANUSA/Jeki) |
SASTRANUSA - Padang Pariaman menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan pendidikan ketika kegiatan Seni Budaya dan Keterampilan digelar di MTsN 4 Padang Pariaman pada Jumat 13 Februari 2026. Halaman sekolah berubah menjadi panggung ekspresi yang menampilkan keindahan budaya Minangkabau melalui busana adat, pertunjukan seni, serta pameran karya siswa. Suasana yang tercipta menunjukkan bahwa pendidikan seni dapat hadir secara nyata dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Kegiatan tersebut dibuka oleh kepala sekolah Nuraini S Ag dan diikuti oleh seluruh siswa dengan antusiasme tinggi. Pakaian adat Minangkabau dikenakan oleh peserta didik perempuan dan laki-laki sehingga ruang sekolah tampil sebagai representasi budaya lokal yang hidup. Momentum ini memperlihatkan bahwa pembelajaran seni tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di ruang sosial yang lebih luas.
Pelaksanaan Kegiatan SBK sebagai Ruang Ekspresi Pendidikan
Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di tingkat madrasah bertujuan mengembangkan sensitivitas estetika, keterampilan praktik, serta pemahaman budaya lokal dan nasional. Oleh karena itu kegiatan SBK di MTsN 4 Padang Pariaman dirancang sebagai ruang aktualisasi kreativitas siswa melalui berbagai bentuk seni. Kegiatan ini berlangsung dengan pendekatan partisipatif sehingga siswa terlibat secara langsung dalam proses penciptaan karya dan pertunjukan.
1. Konsep Pendidikan Seni dalam Kurikulum Sekolah
Seni Budaya dan Keterampilan dipahami sebagai mata pelajaran yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. Materi pembelajaran mencakup seni rupa, seni musik, serta seni teater yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Dengan demikian proses belajar tidak hanya menumbuhkan pengetahuan, tetapi juga melatih kepekaan rasa dan keterampilan motorik halus.
Pendekatan aktif diterapkan dalam kegiatan ini agar siswa dapat mengekspresikan gagasan secara kreatif. Selain itu pembelajaran seni diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter melalui kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Oleh karena itu kegiatan SBK di sekolah tersebut diposisikan sebagai bagian dari penguatan budaya sekolah yang inklusif.
2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan SBK dilaksanakan pada Jumat 13 Februari 2026 di lingkungan MTsN 4 Padang Pariaman. Halaman sekolah dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan sehingga seluruh warga sekolah dapat menyaksikan rangkaian acara secara terbuka. Penentuan waktu tersebut disesuaikan dengan agenda akademik agar tidak mengganggu proses pembelajaran lainnya.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan guru mata pelajaran, siswa, serta unsur manajemen sekolah sebagai pendukung. Dengan demikian kegiatan ini berlangsung secara terkoordinasi dan terstruktur sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Situasi yang tercipta mencerminkan sinergi antara pihak sekolah dan peserta didik dalam menghidupkan kegiatan seni.
Ragam Kegiatan Seni dalam Mapel SBK
Kegiatan SBK di MTsN 4 Padang Pariaman menampilkan berbagai cabang seni yang mencerminkan keragaman ekspresi budaya dan kreativitas siswa. Setiap cabang seni disajikan dalam bentuk pertunjukan maupun pameran karya yang dapat dinikmati oleh warga sekolah. Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan seni mampu menjadi media pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
1. Seni Rupa sebagai Media Visualisasi Gagasan
Seni rupa ditampilkan melalui pameran lukisan dan tulisan ayat Al Quran yang ditata secara rapi oleh siswa. Karya-karya tersebut menunjukkan kemampuan teknis dalam menggambar, menulis, serta mengolah bentuk visual secara estetis. Selain itu karya seni rupa menjadi medium refleksi spiritual yang diintegrasikan dalam konteks pendidikan madrasah.
Pameran karya memberikan ruang apresiasi bagi siswa dan guru terhadap proses kreatif yang telah dilakukan. Oleh karena itu kegiatan ini tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga proses belajar yang menyertainya. Situasi tersebut memperkuat pemahaman bahwa seni rupa dapat menjadi sarana komunikasi nilai dan identitas budaya.
2. Seni Musik dan Teater dalam Dinamika Pertunjukan
Seni musik dan teater hadir dalam bentuk pertunjukan randai yang merupakan kesenian tradisional Minangkabau. Pertunjukan tersebut dimainkan oleh siswa dengan penguasaan gerak, irama, dan dialog yang terstruktur. Penampilan randai menjadi pusat perhatian karena memadukan unsur musik, tari, dan drama dalam satu kesatuan pertunjukan.
Kehadiran seni teater dalam kegiatan SBK memperlihatkan bahwa pembelajaran seni dapat mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja tim. Selain itu pertunjukan randai menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat diintegrasikan dalam kurikulum sekolah secara kontekstual. Dengan demikian kegiatan ini menjadi sarana pelestarian budaya melalui pendidikan formal.
Peran Sekolah dalam Pelestarian Budaya Lokal
Sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan tradisi budaya melalui proses pendidikan yang terstruktur. Kegiatan SBK di MTsN 4 Padang Pariaman menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dapat menjadi ruang pelestarian budaya yang dinamis. Melalui kegiatan ini budaya Minangkabau tidak hanya dipelajari, tetapi juga dipraktikkan secara langsung oleh generasi muda.
1. Integrasi Budaya dalam Kegiatan Akademik
Penggunaan pakaian adat oleh siswa perempuan dan laki-laki menciptakan suasana yang merefleksikan identitas budaya Minangkabau. Busana kebaya Bundo Kandung dan pakaian adat pria menghadirkan simbol kebanggaan terhadap tradisi lokal. Selain itu integrasi budaya dalam kegiatan sekolah memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya daerah.
Kegiatan akademik yang memasukkan unsur budaya juga membantu siswa memahami nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi. Oleh karena itu pembelajaran seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter. Situasi ini menunjukkan bahwa budaya dan pendidikan dapat saling menguatkan dalam konteks sekolah.
2. Apresiasi Guru dan Respons Lingkungan Sekolah
Guru dan tenaga pendidik memberikan perhatian terhadap penampilan siswa selama kegiatan berlangsung. Apresiasi terhadap pertunjukan randai dan pameran karya seni menciptakan suasana pembelajaran yang suportif. Dengan demikian siswa merasa bahwa kreativitas yang dihasilkan mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekolah.
Respons lingkungan sekolah yang positif juga terlihat dari antusiasme penonton yang hadir. Hal ini mencerminkan bahwa kegiatan seni dapat menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga sekolah. Oleh karena itu kegiatan SBK tidak hanya berdampak pada aspek akademik, tetapi juga pada aspek sosial dan emosional.
Dampak Kegiatan SBK terhadap Pengembangan Peserta Didik
Kegiatan SBK di MTsN 4 Padang Pariaman memberikan kontribusi terhadap pengembangan potensi peserta didik secara holistik. Melalui kegiatan ini siswa memperoleh pengalaman langsung dalam berkarya dan tampil di depan publik. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang bersifat kontekstual dan reflektif.
1. Penguatan Keterampilan Kreatif dan Motorik
Keterlibatan siswa dalam seni rupa, musik, dan teater melatih keterampilan motorik serta kreativitas. Proses latihan dan persiapan pertunjukan membantu siswa memahami pentingnya disiplin dan kerja keras. Selain itu keterampilan tersebut dapat menjadi bekal dalam pengembangan minat dan bakat di bidang seni.
Pengalaman praktik seni juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan inovatif dalam menciptakan karya. Dengan demikian kegiatan SBK berperan sebagai ruang eksplorasi ide yang terarah. Situasi ini menunjukkan bahwa pendidikan seni memiliki kontribusi signifikan terhadap pengembangan potensi individu.
2. Pembentukan Karakter melalui Aktivitas Seni
Aktivitas seni dalam kegiatan SBK membantu siswa mengembangkan sikap percaya diri, kerja sama, dan tanggung jawab. Proses pementasan randai dan pameran karya menuntut koordinasi antarindividu sehingga siswa belajar bekerja dalam tim. Selain itu pengalaman tampil di depan umum melatih keberanian dan kemampuan komunikasi.
Pembentukan karakter melalui seni juga terkait dengan penguatan nilai budaya dan spiritual. Penulisan ayat Al Quran dalam karya seni rupa memperlihatkan integrasi antara estetika dan nilai keagamaan. Oleh karena itu kegiatan SBK menjadi media pendidikan karakter yang relevan dengan konteks madrasah.
Perspektif Pendidikan Seni dalam Konteks Kehidupan Sehari-hari
Kegiatan SBK di MTsN 4 Padang Pariaman memperlihatkan bahwa pendidikan seni memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Seni tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi juga sebagai bagian dari praktik sosial dan budaya. Melalui kegiatan ini siswa diajak memahami bahwa seni hadir dalam aktivitas kolektif dan ekspresi identitas.
1. Seni sebagai Medium Refleksi Sosial
Pertunjukan randai dan pameran karya seni memberikan ruang refleksi terhadap nilai-nilai sosial dan budaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi medium komunikasi antarindividu dalam komunitas sekolah. Selain itu seni dapat menjadi sarana untuk memahami tradisi dan perubahan dalam masyarakat.
Refleksi sosial melalui seni membantu siswa melihat hubungan antara pengalaman personal dan konteks budaya. Oleh karena itu kegiatan SBK berperan dalam membangun kesadaran budaya yang kritis dan reflektif. Situasi ini memperlihatkan bahwa pendidikan seni dapat mendukung pembentukan perspektif sosial yang seimbang.
2. Seni sebagai Pengalaman Belajar Kontekstual
Pengalaman belajar melalui kegiatan SBK bersifat kontekstual karena terkait langsung dengan budaya lokal dan aktivitas sekolah. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui buku teks, tetapi juga melalui praktik langsung di lapangan. Dengan demikian siswa memperoleh pengalaman belajar yang autentik dan bermakna.
Kontekstualisasi pembelajaran seni membantu siswa menghubungkan teori dengan praktik nyata. Oleh karena itu kegiatan SBK dapat menjadi model pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Situasi ini menunjukkan bahwa pendidikan seni dapat berfungsi sebagai jembatan antara kurikulum dan realitas sosial.
Kegiatan Seni Budaya dan Keterampilan di MTsN 4 Padang Pariaman menunjukkan bahwa pendidikan seni dapat menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan pembelajaran formal. Suasana meriah yang tercipta melalui pakaian adat, pertunjukan randai, dan pameran karya seni mencerminkan dinamika budaya yang hidup di lingkungan sekolah. Momentum ini menghadirkan gambaran bahwa pendidikan seni tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan pengalaman belajar yang reflektif.
Penulis: Jeki #Tradisi_Minangkabau #Seni_Budaya_Sekolah #SBK_Madrasah #Randai_Minangkabau #MTsN_4_Padang_Pariaman
