Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Table Manner SMK Negeri 1 Enam Lingkung Bangun Etika Profesional Siswa di Dunia Kerja

Foto siswa dan guru SMKN 1 Enam Lingkung dalam acara pelatihan table manner manajemen perkantoran
Dokumentasi siswa SMKN 1 Enam Lingkung mengikuti pelatihan table manner jurusan manajemen perkantoran resmi. (SASTRANUSA/Jeki)

SASTRASNUA, Padang Pariaman - Dalam dinamika pendidikan kejuruan, pembentukan keterampilan tidak dapat dipisahkan dari pembinaan sikap dan etika. Dunia kerja modern menuntut lulusan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu menempatkan diri secara tepat dalam berbagai situasi formal maupun sosial.

Kesadaran tersebut mendorong SMK Negeri 1 Enam Lingkung menyelenggarakan kegiatan Table Manner bagi siswa kelas XI Konsentrasi Keahlian Manajemen Perkantoran dan Manajemen Logistik.

Kegiatan yang mengusung tema Membangun Etika Profesional dan Citra Diri Unggul di Dunia Kerja melalui Table Manner itu, dilaksanakan di Hotel Axana Padang pada Senin, 9 Februari 2026.

Table Manner sebagai Penguatan Karakter dan Kompetensi

Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari penguatan karakter yang terintegrasi dengan kompetensi keahlian. Melalui praktik langsung, siswa diperkenalkan pada tata krama jamuan resmi agar memiliki kesiapan menghadapi lingkungan profesional.

1. Dukungan Pimpinan Sekolah dan Manajemen

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala SMK Negeri 1 Enam Lingkung, Dr. Akmal, S.Pd., M.Pd. Kehadiran pimpinan sekolah menegaskan komitmen institusi dalam membangun lulusan yang beretika dan berdaya saing.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut manajer manajemen Dasrizal dan Rio, serta Wakil Humas Dudi Adek Burlolek, S.IP. Keterlibatan unsur manajemen dan humas menunjukkan bahwa program ini, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembinaan sekolah.

Selain itu, Kepala Program Manajemen Perkantoran dan Manajemen Logistik, Alisna Rahimsyah, S.Pd., hadir bersama jajaran guru kompetensi keahlian. Sinergi tersebut memperlihatkan kesinambungan antara kebijakan sekolah dan pelaksanaan teknis di lapangan.

2. Peran Guru dalam Pendampingan Siswa

Guru Kompetensi Keahlian Manajemen Perkantoran dan Manajemen Logistik yang terlibat antara lain Forci Agustin Amelia, Rike Handayani Zain, Adek Febriani, Ermaleli Putri, Zerva Sovia, dan Zirma Roza. Kehadiran para pendidik tersebut menjadi bagian penting dalam mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.

Pendampingan dilakukan agar siswa memahami tidak hanya tata cara penggunaan peralatan makan, tetapi juga makna etika dalam interaksi profesional. Semakin siswa terbiasa dengan suasana formal, maka semakin tumbuh pula rasa percaya diri ketika berhadapan dengan mitra kerja.

Selain membimbing selama praktik, para guru juga mengaitkan pengalaman tersebut dengan materi pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kegiatan table manner menjadi bagian dari proses pendidikan yang utuh dan berkelanjutan.

Peserta dan Relevansi dengan Dunia Kerja

Kegiatan ini diikuti oleh 14 siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Manajemen Perkantoran dan 21 siswa Kompetensi Keahlian Manajemen Logistik.

Jumlah peserta tersebut mencerminkan keterlibatan aktif dua konsentrasi yang memiliki hubungan erat dengan pelayanan administrasi dan pengelolaan distribusi.

1. Pengalaman Praktik di Lingkungan Profesional

Pelaksanaan kegiatan di Hotel Axana Padang, pasalnya memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran di sekolah. Suasana hotel berbintang menghadirkan standar pelayanan dan tata ruang jamuan yang mendekati kondisi dunia kerja sesungguhnya.

Siswa diperkenalkan pada susunan peralatan makan, urutan penyajian hidangan, serta etika komunikasi dalam jamuan resmi.

Tidak hanya memahami teori, peserta juga mempraktikkan secara langsung sikap duduk, penggunaan alat makan, serta cara berinteraksi dengan sopan.

Melalui pengalaman tersebut, siswa diharapkan mampu menyesuaikan diri ketika menghadapi situasi formal, baik dalam wawancara kerja maupun pertemuan bisnis.

Oleh karena itu, kegiatan ini dipandang sebagai investasi karakter yang relevan dengan kebutuhan industri.

2. Membangun Citra Diri Unggul dan Etika Profesional

Tema yang diusung menekankan pentingnya membangun citra diri unggul melalui etika profesional. Citra tersebut terbentuk dari kebiasaan kecil yang konsisten, seperti ketepatan sikap dan kesantunan dalam berkomunikasi.

Dalam konteks pendidikan kejuruan, etika menjadi pelengkap kompetensi teknis. Tidak hanya keterampilan administrasi atau logistik yang dibutuhkan, tetapi juga kemampuan menjaga sikap dalam berbagai situasi resmi maupun informal.

Semakin siswa memahami pentingnya tata krama, semakin kuat pula fondasi karakter yang dimiliki. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, lulusan diharapkan mampu memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang lebih matang.

Pada akhirnya, kegiatan Table Manner SMK Negeri 1 Enam Lingkung bukan sekadar pelatihan tata cara makan resmi. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan, pengalaman, dan pembentukan sikap dalam satu rangkaian utuh.

Melalui dukungan Kepala Sekolah Dr. Akmal, S.Pd., M.Pd., manajer manajemen Dasrizal dan Rio, Wakil Humas Dudi Adek Burlolek, S.IP., Kepala Program Alisna Rahimsyah, S.Pd., serta para guru Forci Agustin Amelia, Rike Handayani Zain, Adek Febriani, Ermaleli Putri, Zerva Sovia, dan Zirma Roza, kegiatan ini berlangsung terarah dan bermakna. Pendidikan etika yang ditanamkan sejak bangku sekolah diharapkan menjadi bekal yang menyertai langkah siswa ketika memasuki dunia profesional yang terus berkembang.*

Penulis: Jeki #Table_Manner #SMK_Negeri_1_Enam_Lingkung #Etika_Profesional #Dunia_Kerja

Baca Juga
Posting Komentar
Tutup Iklan
Ad