![]() |
| Suasana penyematan di SMAN 5 Sumbar saat Wisuda Tahfidz |
Sastranusa.id, Sumbar - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Sumatera Barat (Sumbar) menggelar wisuda Tahfidz dan pelepasan siswa kelas XII dalam suasana khidmat dan penuh semangat pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 135 siswa yang diwisuda dalam program Tahfidz, sekaligus menandai pelepasan angkatan yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial sekolah, tetapi juga mencerminkan upaya pelestarian tradisi pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan formal. Tradisi Tahfidz yang dikembangkan sekolah menjadi bagian dari penguatan nilai religius sekaligus pembentukan karakter siswa.
Kepala SMAN 5 Sumatera Barat, H. Sukri, menyampaikan apresiasi atas capaian siswa yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga menorehkan prestasi di berbagai bidang lain. Ia menegaskan bahwa keseimbangan antara akademik, seni, dan religius menjadi ciri khas pembinaan di sekolah tersebut.
"Alhamdulillah, prestasi kita mulai dari bidang olahraga, Solo Song, hingga pidato, kita bisa menjadi juara di tingkat kabupaten hingga provinsi. Bahkan untuk bidang seni dan olahraga tertentu, kita sudah tembus hingga tingkat nasional," ujar H. Sukri.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara siswa dan tenaga pendidik yang memiliki semangat inovasi serta dedikasi tinggi dalam membina peserta didik. Peran guru dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan kualitas pendidikan dan tradisi belajar di sekolah.
"Guru-guru kita ada yang muda dan sangat kreatif, serta guru senior yang selalu memberikan semangat dan contoh bagi yang muda," tambahnya.
Program unggulan Tapis Al Qur’an menjadi salah satu bentuk konkret pengembangan tradisi keagamaan di sekolah. Program ini telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional setelah masuk dalam lima besar terbaik di tingkat Kementerian, sekaligus memperkuat identitas sekolah sebagai lembaga yang menanamkan nilai-nilai Qurani.
Selain itu, kegiatan madrasah sore juga menjadi bagian dari praktik budaya pendidikan religius yang terus dipertahankan. Program ini memberikan ruang tambahan bagi siswa untuk memperdalam pemahaman agama di luar jam pelajaran formal.
"Wisuda Tahfidz sebanyak 135 siswa ini adalah bukti keseriusan kita. Ini semua berkat kerja sama yang baik antara guru, komite sekolah, dan dukungan luar biasa dari orang tua. Kami di sekolah hanya berperan sebagai motivator," ungkap H. Sukri.
![]() |
| Penyematan kepada siswa tahfidz di SMAN 5 Sumbar |
Ketua Komite Sekolah turut menekankan pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter generasi muda. Kolaborasi tersebut dinilai sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya dan moral di tengah perkembangan zaman.
Di sisi lain, pesan moral juga disampaikan kepada para siswa sebagai bagian dari nilai budaya yang ditanamkan. Penghormatan kepada orang tua dan guru menjadi bagian penting dalam tradisi pendidikan yang diwariskan secara turun-temurun.
"Anak-anakku, ciumlah tangan orang tua kalian, karena ini semua adalah hasil perjuangan mereka. Cium juga tangan guru-guru kalian, karena mereka telah mendidik dengan penuh kesabaran tanpa kenal lelah. Sayangi orang tua, hormati guru, dan jangan pernah bosan mendengar saran agar kalian bisa terus maju dan berkarya di masa depan," tutupnya.
Kegiatan wisuda Tahfidz ini menjadi gambaran bagaimana tradisi keagamaan dapat terus hidup dan berkembang di lingkungan sekolah. Selain sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga nilai budaya religius agar tetap relevan di tengah perubahan sosial masyarakat.
Penulis: Jeki #Wisuda_Tahfidz #SMAN_5_Sumbar #Tradisi_Qurani #Budaya_Religius #Pendidikan_Keagamaan

