Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Andalkan Seni Al-Banjari, Hari Raya Ketupat di Dusun Kaliagung Pererat Silaturahmi

Pulunhan oang berdiri di dalam Masjid Kaliagung saat perayaannya Hari raya Ketupat 2026
Suasana syarafal Anam berlangsung saat warga Dusun Kaliagung Desa Tiremenggal Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik memperingati Hari Raya Ketupat 2026

Sastranusa.id, Gresik - Dusun Kaliagung, Desa Tiremenggal, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik memperingati Hari Raya Ketupat pada 7 Syawal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 2026 Masehi melalui rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya yang dipusatkan di lingkungan masjid setempat.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabut malam Minggu, 27 Maret 2026 itu, melibatkan berbagai unsur masyarakat. Yakini mulai dari pengurus takmir masjid hingga kelompok seni religi.

Menurut informasi yang berhasil Sastranusa.id dapatkan, rangkaian kegiatan diawali dengan pra acara berupa penampilan grup Al-Banjari Syaqul Musthofa yang membawakan lantunan sholawat. Tentunya saat itu suasana religius mulai terasa sejak awal dengan partisipasi masyarakat yang hadir mengikuti jalannya kegiatan.

Memasuki acara inti, susunan kegiatan dimulai dari pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta sholawat mahalul qiyam. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh perwakilan takmir masjid (Ust. Yasiqin) sebelum memasuki sesi ceramah agama dan doa sebagai penutup acara.

Ceramah agama yang semula dijadwalkan menghadirkan Drs. KH. Moh. Amin Syam, M.Pd., dalam pelaksanaannya diwakili oleh Gus Zaim. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, juga dibahas ringkas soal historis adanya lebaran ketupat.

3 perempuan dan beberapa orang lelaki sedang duduk menunduk saat perayaan ketupat di Kaliagung
Suasana Saat Grup Al Banjari Syaqul Mustofa melantunkan salawat

Berkenaan dengan hal tersebut, Ketua Remaja Masjid (Remas) Dusun Kaliagung, Solik, menyampaikan bahwa peringatan tersebut menjadi agenda rutin yang terus dijaga keberlangsungannya setiap tahun.

Dia juga mengatakan, jika peringatan Hari Raya Ketupat memiliki makna penting bagi masyarakat Dusun Kaliagung. “Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan menjaga tradisi yang sudah lama hidup di tengah masyarakat,” ujarnya (1/4/26).

Ditambahkan Solik, tradisi itu juga menjadi bagian dari identitas budaya yang terus dijaga secara turun-temurun. “Hari Raya Ketupat mengandung nilai simbolik tentang rasa syukur, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan sosial,” ungkap dia.

Menurutnya, keterlibatan kelompok Al-Banjari dalam acara tersebut menjadi strategi untuk menarik partisipasi generasi muda. “Melalui seni sholawat, pesan keagamaan bisa lebih mudah diterima, terutama oleh kalangan muda,” ucapnya.

Solik berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten di masa mendatang. “Harapannya tradisi ini tetap lestari dan mampu menjadi ruang kebersamaan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan Dusun Kaliagung,” paparnya.

Penulis: AHe #Hari_Raya_Ketupat #Tradisi #Budaya_Lokal #Al_Banjari #Dusun_Kaliagung_Gresik

Baca Juga
Posting Komentar
Tutup Iklan
Ad