![]() |
| Siswa putra putri berseragam ungu belajar terpisah di ruangan hijau, mencerminkan disiplin dan tradisi pendidikan Islami. (SASTRANUSA/Jeki) |
SASTRANUSA, PARIAMAN - Bulan Ramadan kerap menghadirkan perubahan ritme dalam kehidupan sekolah. Aktivitas belajar berlangsung dalam kondisi fisik yang berbeda, sementara tuntutan pembentukan karakter justru semakin menguat. Fenomena tersebut terlihat dalam pelaksanaan Pesantren Ramadan di MAN Kota Pariaman, yang menunjukkan bagaimana semangat belajar tetap terjaga meskipun siswa menjalani ibadah puasa.
Pada hari ketiga pelaksanaan, Rabu, 25 Februari 2026, suasana sekolah tampak hidup sejak pagi. Kegiatan Pesantren Ramadan tidak hanya dihadirkan sebagai pengisi waktu selama Ramadan, tetapi dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menyatukan dimensi keagamaan, sosial, dan pendidikan. Dalam konteks ini, sekolah memosisikan Ramadan sebagai momentum pembentukan sikap, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Semangat siswa mengikuti kegiatan sejak pukul 07.30 hingga 12.30 WIB mencerminkan adanya kesadaran kolektif terhadap makna belajar di bulan suci. Meski berpuasa, siswa tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Situasi ini memberi gambaran bahwa lingkungan sekolah mampu membangun atmosfer belajar yang adaptif dan suportif.
Tema berbagi ilmu yang diusung dalam Pesantren Ramadan menjadi landasan utama kegiatan. Melalui tema tersebut, relasi antara guru dan siswa dibangun dalam suasana kebersamaan. Proses pendidikan tidak hanya dipahami sebagai penyampaian materi, tetapi sebagai praktik berbagi nilai yang berlangsung dua arah.
Struktur Kegiatan dan Peran Aktif Warga Sekolah
Pesantren Ramadan di MAN Kota Pariaman disusun dalam pola kegiatan yang teratur. Setiap hari, siswa mengikuti ceramah keagamaan, mencatat materi yang disampaikan, serta melaksanakan ibadah bersama seperti salat Duha dan salat Zuhur berjamaah. Pola ini menunjukkan upaya sekolah menjaga kesinambungan antara pembelajaran konseptual dan praktik ibadah.
Sebagian sesi ceramah diisi oleh siswa yang mendapat kepercayaan untuk tampil sebagai penceramah. Pemberian ruang ini dimaksudkan agar siswa tidak hanya menjadi penerima pesan, tetapi juga belajar mengolah dan menyampaikan nilai-nilai keagamaan. Materi yang dibawakan menekankan pemahaman Ramadan sebagai proses pengendalian diri dan pembentukan kepribadian.
Kepala sekolah Emma Marni menjelaskan bahwa seluruh guru dilibatkan secara aktif dalam Pesantren Ramadan sesuai dengan jadwal dan keahlian masing-masing. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang mendampingi siswa dalam memahami makna ibadah dan nilai sosial yang menyertainya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Pesantren Ramadan tidak diperlakukan sebagai kegiatan tambahan di luar sistem sekolah. Sebaliknya, kegiatan tersebut diintegrasikan ke dalam pola pendidikan yang menekankan keterlibatan kolektif. Setiap guru diberi tanggung jawab untuk mengampu materi tertentu agar penyampaian nilai berlangsung lebih terarah.
Penggunaan media pembelajaran seperti proyektor turut mendukung efektivitas penyampaian materi. Selain itu, siswa diwajibkan mencatat setiap materi ceramah. Kebijakan ini dimaksudkan agar siswa memiliki bahan refleksi yang dapat dipelajari kembali di luar jam kegiatan. Pihak sekolah memandang pencatatan sebagai bagian penting dari proses internalisasi nilai.
Disiplin Ibadah dan Pembentukan Kebiasaan
Salah satu fokus utama Pesantren Ramadan di MAN Kota Pariaman adalah pembiasaan salat Zuhur berjamaah sebelum siswa pulang. Pembiasaan ini dipandang sebagai sarana melatih kedisiplinan dan tanggung jawab spiritual. Dalam keseharian pelajar yang padat, kebiasaan tersebut menjadi latihan untuk mengutamakan kewajiban ibadah.
Menurut pihak sekolah, disiplin ibadah tidak cukup diajarkan melalui ceramah. Ia perlu dibangun melalui praktik yang konsisten dan berulang. Pesantren Ramadan menyediakan ruang untuk itu, dengan menjadikan ibadah berjamaah sebagai bagian dari alur kegiatan harian.
Selain aspek ritual, kegiatan ini juga memuat dimensi sosial yang kuat. Interaksi intens antara guru dan siswa selama Pesantren Ramadan menciptakan suasana kebersamaan yang jarang ditemui pada hari-hari belajar biasa. Kebersamaan ini menjadi medium pembelajaran nilai kepedulian dan kesabaran.
Antusiasme siswa yang tetap terjaga hingga hari-hari berikutnya menunjukkan bahwa kegiatan ini diterima sebagai bagian dari budaya sekolah. Ramadan tidak diposisikan sebagai penghambat aktivitas belajar, melainkan sebagai konteks yang memperkaya pengalaman pendidikan. Nilai keagamaan dan sosial hadir secara bersamaan dalam satu rangkaian kegiatan.
Makna Pesantren Ramadan dalam Konteks Pendidikan
Pesantren Ramadan di MAN Kota Pariaman dapat dibaca sebagai cerminan upaya sekolah menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan pembentukan karakter. Kegiatan ini tidak diarahkan pada pencapaian target formal, melainkan pada proses pembiasaan nilai yang berlangsung secara perlahan. Dalam konteks ini, sekolah memainkan peran strategis sebagai institusi sosial.
Fenomena siswa yang tetap bersemangat belajar saat berpuasa menunjukkan bahwa pendidikan nilai tidak selalu membutuhkan pendekatan yang kompleks. Lingkungan yang mendukung, keteladanan guru, dan konsistensi kegiatan sering kali menjadi faktor penentu. Pesantren Ramadan menjadi contoh bagaimana nilai dapat ditanamkan melalui pengalaman sehari-hari.
Di tengah wacana pendidikan yang kerap berfokus pada capaian angka, kegiatan ini mengingatkan kembali pentingnya dimensi non-akademik. Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bersama, tempat sekolah dan siswa membangun kesadaran spiritual dan sosial secara simultan.
Pada akhirnya, Pesantren Ramadan di MAN Kota Pariaman menempatkan peristiwa hari ini dalam kerangka makna, bukan sekadar reaksi atas kalender keagamaan. Ia memperlihatkan bagaimana sekolah dapat mengelola momentum kultural menjadi proses pendidikan yang bermakna. Dalam kerja sunyi inilah, pembentukan karakter berlangsung tanpa perlu klaim berlebihan, tetapi melalui praktik yang konsisten dan kebersamaan yang terjaga.*
Penulis: Jeki #SASTRANUSA #Pesantren_Ramadan #MAN_Kota_Pariaman #Pendidikan_Karakter #Ramadan_di_Sekolah #Etos_Belajar
