Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Siswa SMKN 2 Lubuk Basung Ikuti TC LKSN, Perkuat Kompetensi Vokasi Menuju Lomba Tingkat Provinsi

Beberapa sedang berjongkok mengerjakan sesuatu
Kegiatan pelatihan beberapa siswa guna persiapan LKSN. (Sastranusa.id/Jeki)

Sastranusa.id, Agam – Sejumlah siswa SMK Negeri 2 Lubuk Basung mengikuti kegiatan Training Center (TC) Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) sebagai persiapan menghadapi LKS tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan digelar pada 5 Mei 2026 di Padang.

Kegiatan TC ini berlangsung sejak 6 April 2026 dan dilaksanakan secara terarah hingga menjelang keberangkatan tim ke lokasi perlombaan. Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat keterampilan siswa di bidang vokasi yang mereka tekuni.

Sebanyak lima siswa terpilih mengikuti pelatihan intensif tersebut sesuai bidang lomba masing-masing. Mereka adalah Tyo Manggala Putra pada bidang teknik pemasangan batu bata, Rafika Auliza pada teknik pemasangan tegel keramik dinding dan lantai, Dicka Mandala Putra pada teknologi otomotif mobil, M. Ghyfahry Adryansyah pada IT network system administration, serta Rizki Fahri pada teknik pengkabelan jaringan informasi.

Setiap peserta mendapatkan pembinaan dari guru pendamping sesuai bidang keahlian. Pembimbing berperan dalam mengarahkan teknik, strategi, serta kesiapan mental siswa selama mengikuti pelatihan.

Kepala SMK Negeri 2 Lubuk Basung, Elson Chandra Putra, menyampaikan bahwa TC LKSN merupakan wadah pelatihan intensif yang dirancang khusus untuk meningkatkan kesiapan siswa sebelum mengikuti ajang kompetisi.

“Training Center adalah wadah pelatihan intensif yang disusun khusus untuk mempersiapkan peserta didik sebelum mengikuti ajang perlombaan, dalam hal ini Lomba Kompetensi Siswa Nasional,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental dan kebugaran fisik siswa. Hal tersebut dinilai penting mengingat LKSN merupakan ajang bergengsi di tingkat nasional.

Dalam konteks pendidikan vokasi, LKSN memiliki posisi strategis sebagai sarana pengembangan keterampilan siswa yang berbasis praktik. Kompetisi ini juga mencerminkan standar kompetensi kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari budaya pendidikan kejuruan yang menekankan keunggulan keterampilan, disiplin, dan etos kerja. Tradisi kompetisi seperti LKSN telah berkembang sebagai ruang aktualisasi bagi siswa SMK di seluruh Indonesia.

Elson menambahkan bahwa peserta yang berhasil di tingkat provinsi akan memiliki peluang untuk melanjutkan ke tingkat nasional. Bahkan, pemenang LKSN berpotensi mewakili Indonesia dalam ajang keterampilan internasional seperti ASEAN Skills Competition dan WorldSkills Competition.

Melalui kegiatan TC ini, sekolah berharap siswa mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya serta membawa prestasi bagi daerah. Selain itu, pembinaan berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mencetak tenaga kerja terampil.

“Melalui pelatihan ini diharapkan siswa mampu bersaing dan menunjukkan kompetensi terbaiknya di tingkat provinsi,” tutup Elson Chandra Putra.

Penulis: Jeki #SMKN_2_Lubuk_Basung #TC_LKSN_2026 #Lomba_Kompetensi_Siswa #Pendidikan_Vokasi #Sumatera_Barat

Baca Juga
Posting Komentar
Tutup Iklan
Ad